Grammar · Tata Bahasa Dasar

Klausa Relatif

verbs as noun modifiers

Letakkan bentuk kata kerja apa pun (atau じゃない / だった / じゃなかった) langsung di depan sebuah kata benda dan ia menjadi klausa yang memodifikasi — tanpa perlu kata "yang/siapa/mana". Klausa itu mempertahankan partikelnya sendiri; hanya だ biasa yang harus menyingkir.

01

Kata kerja dalam bentuk apa pun bisa menerangkan kata benda yang mengikutinya

Letakkan klausa kata kerja langsung di depan kata benda, maka klausa itu menjadi klausa relatif — tanpa kata "yang" di antaranya. 「たべる ひと」 = "orang yang makan." 「たべた ひと」 = "orang yang sudah makan." 「たべない ひと」 = "orang yang tidak makan." 「たべなかった ひと」 = "orang yang tidak makan (di masa lampau)."

02

Klausa tetap membawa partikelnya sendiri

Apa pun yang berada di dalam klausa — objek, tempat, waktu — tetap membawa partikelnya, sama seperti dalam kalimat utuh. 「えいが を みた ひと」 = "orang yang menonton film." 「がっこう に いく がくせい」 = "murid yang pergi ke sekolah." Bacalah klausa mulai dari kata kerjanya ke belakang untuk mengetahui peran setiap kata benda.

03

Bentuk keadaan (state-of-being) juga menerangkan secara langsung — kecuali だ polos

「じゃない」, 「だった」, 「じゃなかった」 menerangkan kata benda berikutnya dengan cara yang sama seperti kata kerja. 「がくせい じゃない ひと」 = "orang yang bukan murid." 「せんせい だった ひと」 = "orang yang dulunya seorang guru." 「だ」 polos adalah satu-satunya pengecualian: hilangkan (untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda, gunakan 「の」) atau, dengan kata sifat な, gunakan 「な」 dari L3.

04

Kata kerja kalimat luar tetap berada di akhir

Menyisipkan sebuah klausa tidak mengubah urutan kata bahasa Jepang pada tingkat teratas — kata kerja utama tetap menjadi jangkar kalimat di bagian akhir. 「えいが を みた ひと は がっこう に いった」 = "orang yang menonton film itu pergi ke sekolah." Di dalam klausa, urutannya bebas; yang menentukan siapa melakukan apa adalah partikel, bukan posisi.

05

Tidak ada kata "yang" (who / that / which)

Bahasa Jepang tidak meminjam kata ganti relatif seperti dalam bahasa Inggris. Klausa itu sendiri yang menjadi keterangan, dan kata benda tempat klausa itu menempel adalah intinya. Menerjemahkan secara harfiah terasa terbalik pada awalnya — 「ほん を よむ ひと」 jika dibaca berurutan menjadi "buku / objek / membaca / orang", tetapi artinya "orang yang membaca buku."

Kosakata dalam pelajaran ini

tempat
[銀行]bank
benda
[晩ご飯]makan malam
Kanji yang diperkenalkan

Tentang klausa relatif dalam bahasa Jepang

Bahasa Jepang membentuk klausa relatif dengan cara yang mengejutkan penutur bahasa Inggris: Anda cukup meletakkan klausa kata kerja langsung di depan kata benda yang diterangkannya, tanpa kata "yang" (who, that, atau which) di antaranya. 「たべる ひと」 berarti "orang yang makan." Klausa itu tetap membawa partikelnya sendiri, sehingga 「すし を たべる ひと」 berarti "orang yang makan sushi." Bentuk keadaan じゃない, だった, dan じゃなかった menerangkan kata benda dengan cara yang sama — hanya だ polos yang harus menyingkir dan berubah menjadi な atau の. Karena kata kerja utama kalimat luar tetap berada di akhir, inilah struktur yang akhirnya memungkinkan Anda menyusun kalimat yang lebih panjang dan alami di atas tata bahasa JLPT N5 Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara kerja klausa relatif dalam bahasa Jepang?

Anda meletakkan klausa kata kerja penerang langsung di depan kata benda, tanpa apa pun di antaranya: 「たべる ひと」 = "orang yang makan." Klausa itu sendiri yang menjadi keterangan — bahasa Jepang tidak memiliki kata ganti relatif tersendiri.

Apakah ada kata untuk "yang" (who, that, atau which)?

Tidak. Bahasa Jepang tidak menggunakan kata ganti relatif. Di tempat bahasa Inggris menyisipkan "who/that/which", bahasa Jepang cukup meletakkan klausa di depan kata benda, sehingga posisilah yang melakukan tugas kata-kata itu dalam bahasa Inggris.

Apakah partikel tetap berada di dalam klausa?

Ya. Segala sesuatu di dalam klausa tetap membawa partikelnya persis seperti dalam kalimat utuh. 「すし を たべる ひと」 tetap mempertahankan を pada すし: "orang yang makan sushi."

Apakah bentuk keadaan juga bisa menerangkan kata benda?

Bentuk じゃない, だった, dan じゃなかった menerangkan kata benda yang mengikutinya persis seperti kata kerja — 「がくせい じゃない ひと」 = "orang yang bukan murid." Satu-satunya pengecualian adalah だ polos, yang berubah menjadi な atau の sebelum kata benda.

Apakah menyisipkan klausa mengubah urutan kata?

Tidak. Hanya frasa kata bendanya yang membesar; kata kerja utama kalimat luar tetap berada di akhir. Klausa relatif diselipkan di depan kata bendanya, sementara kalimat secara keseluruhan tetap mempertahankan struktur normalnya.

Kredit

Pelajaran ini mengikuti struktur, urutan, dan pendekatan mengutamakan tata bahasa dari Tae Kim's Guide to Learning Japanese. Kami berterima kasih kepada Tae Kim karena telah menyediakan panduannya secara gratis; penjelasan di sini adalah penuturan ulang versi kami sendiri, dan latihan interaktifnya orisinal buatan situs ini.