Katakana · Baris vokal

o / オ

Yang terakhir dari lima vokal katakana — bunyi “oh” yang mantap, dibangun seperti kanji 才. Tiga goresan menutup アイウエオ.

3 guratan 1 mora
01

Pengucapan

“oh”

Karakter オ mewakili vokal 'o', identik pengucapannya dengan hiragana お — seperti 'o' pada 'oh'. Sangat umum dalam kata serapan, terutama yang dimulai dengan 'o' (kantor, oranye, original).

オ menutup rangkaian vokal katakana dengan bunyi “o” yang sama dengan hiragana お. Ia memulai sebagian besar kata serapan sehari-hari: オレンジ (jeruk), オフィス (kantor), オープン (buka), オリンピック (Olimpiade). Saat dibutuhkan bunyi “oh” panjang, katakana menambahkan palang ー — seperti pada オー.

02

Cara menulis オ

Telusuri オ pada kanvas di bagian atas halaman. Panah animasi menunjukkan arah setiap guratan; telusuri mengikutinya dan guratan akan terisi. Setiap langkah bernomor di bawah menjelaskan fungsi guratan tersebut.

Animated stroke order for katakana オ — three strokes in sequence
Animasi urutan guratan — 3 guratan
1

Sebuah goresan horizontal melintasi sepertiga atas, dari kiri ke kanan.

2

Sebuah goresan vertikal panjang memotongnya, turun dari atas dan melengkung lembut ke kiri di bawah — sebuah kait halus.

3

Sebuah goresan diagonal dari titik perpotongan, menyapu turun ke kiri bawah.

03

Asal-usul

Katakana berasal dari bagian kanji (o) — “pada” atau “di” — menyimpan goresan yang menyerupai 才. Hiragana お berasal dari 於 yang sama persis, tetapi sementara hiragana membulatkan seluruh karakter, katakana hanya menyimpan serpihan bersudut ini.

04

Kata Umum dengan オ

orenjijeruk (oranye)
ofuィsukantor
oosutorariaAustralia
orinpikkuOlimpiade
omuretsuomelet
oopunbuka / open
ookesutoraorkestra
ootobaisepeda motor
orijinaruorisinal / asli
operaopera
orandaBelanda
okuraokra
05

Lembar latihan yang dapat dicetak

Cetak lembar ini untuk berlatih menulis オ dengan tangan — baris atas menunjukkan urutan goresan untuk ditiru, lalu isi kotak-kotak kosongnya.

Lembar latihan katakana yang dapat dicetak untuk オ (o) — tiru urutan goresan, lalu isi kisi-kisinya

Lock it into memory

Reading is only half of it. Drill the katakana you’ve learned with spaced-repetition flashcards — the fastest way to make them stick.