wo / を
Yang kedua di baris W — tiga goresan 'wo' (dilafalkan 'o') yang nyaris hanya ada sebagai partikel objek langsung.
Pengucapan
Karakter を mewakili suku kata 'wo', tetapi dalam bahasa Jepang modern dilafalkan hampir identik dengan 'o' (sama seperti お). Satu-satunya penggunaan modernnya adalah sebagai partikel objek langsung, menandai apa yang dikenai aksi kata kerja — salah satu partikel paling umum dalam bahasa ini. Anda tidak akan pernah melihat を di dalam kata kosakata biasa; ia hanya muncul sebagai partikel tata bahasa.
を adalah salah satu karakter yang paling sering dipakai dalam bahasa Jepang tulis — tetapi ia muncul nyaris secara eksklusif sebagai partikel objek langsung, penanda gramatikal kecil yang berkata "inilah yang dikenai tindakan kata kerja" (パンを食べる, "makan roti"; 本を読む, "membaca buku"). Meskipun romajinya wo, penutur modern melafalkannya sama persis dengan お — o. Kamu pada dasarnya tidak akan pernah melihat を di dalam kata kosakata biasa; jika kamu melihat を dalam sebuah kalimat, itu adalah partikel.
Cara menulis を
Telusuri を pada kanvas di bagian atas halaman. Panah animasi menunjukkan arah setiap guratan; telusuri mengikutinya dan guratan akan terisi. Setiap langkah bernomor di bawah menjelaskan fungsi guratan tersebut.
Sebuah goresan horizontal pendek di bagian tengah atas — cepat, dari kiri ke kanan.
Sebuah goresan diagonal panjang yang menyilang goresan 1 dan menyapu turun ke kiri bawah.
Sebuah goresan panjang mengalir yang dimulai di kanan atas, menyilang bagian tengah karakter, menyapu turun ke kanan, dan berakhir dengan kait kecil ke atas di kanan bawah. Bentuk diagonal-bersilang-dengan-ekor-mengalir inilah ciri khas を.
Asal-usul
Hiragana を dapat ditelusuri ke bentuk kursif kanji 遠 (en / tooi) — yang berarti "jauh" atau "berjarak." Tata letak kanji yang rumit itu mengerut menjadi tiga goresan yang kita tulis sekarang, mempertahankan aksen di atas, persilangan di tengah, dan ekor mengalir di sisi kanan.
Kata Umum dengan を
Lembar latihan yang dapat dicetak
Cetak lembar ini untuk berlatih menulis を dengan tangan — baris atas menunjukkan urutan goresan untuk ditiru, lalu isi kotak-kotak kosongnya.
Lock it into memory
Reading is only half of it. Drill the hiragana you’ve learned with spaced-repetition flashcards — the fastest way to make them stick.