fu / ふ
Karakter tengah baris H — sebuah 'fu' yang lembut (bukan 'hu'), romanisasi tak beraturan keempat dalam tabel dan salah satu bunyi paling lembut dalam bahasa Jepang.
Pengucapan
Karakter ふ mewakili suku kata 'fu', bunyi 'f' lembut diikuti 'u'. 'f' Jepang bersifat bilabial — diucapkan dengan kedua bibir, bukan dengan menggigit bibir bawah seperti dalam bahasa Inggris. Bunyinya seperti hembusan udara lembut. Bagian dari baris は.
ふ adalah romanisasi tak beraturan keempat dalam tabel (setelah し, ち, つ): konsonannya melembut menjadi 'f' berbisik sebelum vokal う — jadi kita menulis fu, bukan hu. Bunyinya nyaris tak terasa: bibir rileks, hampir seperti meniup lilin. Ia menjadi inti dari 冬 (musim dingin), 服 (pakaian), 船 (perahu), 風 (angin), dan puluhan kata benda untuk pemula. Empat goresan pendek; tampak sibuk dibanding bunyinya yang tenang.
Cara menulis ふ
Telusuri ふ pada kanvas di bagian atas halaman. Panah animasi menunjukkan arah setiap guratan; telusuri mengikutinya dan guratan akan terisi. Setiap langkah bernomor di bawah menjelaskan fungsi guratan tersebut.
Sebuah titik atau goresan melengkung pendek di bagian tengah atas — bentuk aksen kecil, cepat.
Goresan menurun pendek tepat di bawah goresan 1, sedikit miring ke kiri — hampir seperti koma.
Goresan miring pendek di sebelah kiri, lebih ke bawah — tanda bersudut kecil.
Goresan miring pendek di sebelah kanan, mencerminkan goresan 3 — tanda bersudut kecil lainnya. Dua tanda kecil di kedua sisi goresan turun di tengah inilah yang memberi ふ penampilan tersebar seperti sapuan kuas.
Asal-usul
Hiragana ふ berasal dari bentuk kursif kanji 不 (fu) — yang berarti "tidak" atau "non-". Goresan horizontal atas dan goresan turun tengah pada kanji bertahan menjadi bagian atas ふ; coretan miring kiri-bawah dan kanan-bawah mempertahankan sisa goresan menyudut bagian bawahnya.
Kata Umum dengan ふ
Lembar latihan yang dapat dicetak
Cetak lembar ini untuk berlatih menulis ふ dengan tangan — baris atas menunjukkan urutan goresan untuk ditiru, lalu isi kotak-kotak kosongnya.
Lock it into memory
Reading is only half of it. Drill the hiragana you’ve learned with spaced-repetition flashcards — the fastest way to make them stick.